TimeMuba | Mojokerto — Skandal dugaan “main mata” dalam penanganan kasus pencurian motor Scoopy mulai terkuak dan bikin geger! Unit Pidum diduga meminta uang fantastis sebesar Rp58 juta kepada lima orang yang disebut sebagai penadah. Tujuannya? Diduga agar kasus tidak dilanjutkan.
Namun drama tak berhenti di situ.
Saat dikonfirmasi, Kanit Pidum langsung membantah mentah-mentah. Ia mengaku tidak pernah menerima uang tersebut, bahkan melempar isu ke sosok Lurah Rebono yang disebut sebagai “penghubung” antara aparat dan para terduga pelaku.
👉 Tapi fakta di lapangan berkata lain!
Tim investigasi Globalindo mengklaim memegang bukti panas: rekaman video pengakuan salah satu pelaku, chat WhatsApp, hingga alur komunikasi yang mengarah pada dugaan praktik pungli dan pemerasan.
Yang bikin makin panas…
đź’Ą Uang Rp58 juta tiba-tiba dikembalikan!
Diduga, setelah awak media melakukan konfirmasi, terjadi komunikasi intens. Tak lama, uang yang sempat “beredar” itu akhirnya kembali ke tangan para pelaku melalui perantara lurah.
Tapi… ini yang bikin publik makin bingung!
⚠️ Hanya berselang satu hari, Unit Pidum justru langsung bergerak!
Tiga orang langsung diciduk:
Duwan
Budi alias Belung
Tempe
Penangkapan mendadak ini memicu tanda tanya besar:
Kalau sebelumnya bisa “dibicarakan”, kenapa tiba-tiba berubah jadi penangkapan?
🚨 Tak tinggal diam, tim Globalindo memastikan akan membongkar kasus ini sampai tuntas!
Mereka siap melapor ke Propam Polda Jatim dengan membawa bukti lengkap dugaan pungli dan pemerasan.
Tak main-main, laporan ini disebut akan menyeret:
👉 Kanit Pidum
👉 Kasat Reskrim
👉 Bahkan hingga Kapolres
Kini publik menunggu:
Ini penegakan hukum… atau justru permainan di balik hukum?
Satu hal yang pasti — kasus ini belum selesai, dan bisa jadi baru permulaan dari skandal yang lebih besar! 🚨